Evaluasi Kerentanan Fisik dan Potensi Pengembangan Jembatan Titi Gantung sebagai Cagar Budaya Kota Medan

Authors

  • Sahirah Radwa Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Aqidatul Mahmuda Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Windi Fitriandini Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Nadya Syalsabila Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Cut Nuraini Universitas Pembangunan Panca Budi

DOI:

https://doi.org/10.62287/jtti.v2i1.156

Keywords:

cultural heritage, historic bridge, physical vulnerability, SWOT analysis, heritage tourism

Abstract

Titi Gantung is a colonial-era pedestrian overpass built in 1885 in Medan, North Sumatra, that has been designated a municipal cultural heritage structure. As a historic bridge that still functions daily amid rapid urban change, it faces mounting physical pressure from age, weather exposure, and inadequate drainage, while also holding considerable potential as an urban heritage tourism asset. This study aims to evaluate the physical vulnerability and development potential of Titi Gantung using a qualitative Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats (SWOT) approach. Data were collected through field observation, photographic documentation, a literature review, and a questionnaire distributed to 31 respondents using a five-point Likert scale. The results show that the bridge's principal strengths lie in its historical identity and strategic location, its main weaknesses relate to limited supporting facilities and cleanliness, its opportunities lie in heritage-tourism development and social-media promotion, and its foremost threats are inadequate maintenance, vandalism, and uncontrolled functional change. These findings indicate that Titi Gantung requires an integrated conservation and community-based management strategy to sustain its historical value.

References

Hamin, D. I., & Pongoliu, Y. I. (2023). Analisis SWOT dalam Penentuan Strategi Pengembangan Wisata Pantai Taulaa. JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 6(2), 418–428.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 17 Tahun 2024 tentang Sistem Zonasi Cagar Budaya. Jakarta: Kemendikbudristek.

Nurhijrah, N., Fisu, A. A., Marzaman, L. U., & Hafid, Z. (2021). Konsep Penataan Lalebbata sebagai Kawasan Cagar Budaya di Kota Palopo. Jurnal Arsitektur ZONASI, 4(1), 62–72. https://doi.org/10.17509/jaz.v4i1.30168

Pemerintah Kota Medan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Surat Keputusan Wali Kota Medan Nomor 433/28.K/X/2021 tentang Penetapan Struktur Cagar Budaya Titi Gantung. Medan: Pemerintah Kota Medan.

Prabowo, W., & Yuuwono, A. B. (2021). Kajian Pelestarian dan Pemeliharaan Bangunan Cagar Budaya di Surakarta. Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur, 26(2), 51–61. https://doi.org/10.36728/jtsa.v26i2.1486

Putri, P. A. V. A., & Santoso, E. B. (2020). Potensi dan Kelemahan Kawasan Cagar Budaya sebagai Destinasi Wisata Heritage di Kota Pontianak. Jurnal Penataan Ruang, 15(1), 14–22. https://doi.org/10.12962/j2716179X.v15i1.6794

Rakasiwi, K., Rahman, A., Pratiwi, L., & Paisal, M. (2025). Model Perencanaan Tata Ruang Partisipatif untuk Pengembangan Heritage Education Tourism di Situs Cagar Budaya Kota Kapur Kabupaten Bangka. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(4), 2967–2978. https://doi.org/10.54082/jupin.1927

Rangkuti, W. W. K., & Hartono, D. H. (2020). Upaya Pelestarian Bangunan Cagar Budaya pada Kawasan Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat. Riset Arsitektur (RISA), 4(1), 1–14. https://doi.org/10.26593/risa.v4i1.3683.1-14

Republik Indonesia. (2022). Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Register Nasional dan Pelestarian Cagar Budaya. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Suciningtyas, D., Sudikno, A., & Rukmi, W. I. (2024). Klasifikasi Lingkungan Cagar Budaya di Kawasan Jembatan Merah Kota Surabaya Berdasarkan Signifikansi Makna Kultural. MARKA (Media Arsitektur dan Kota): Jurnal Ilmiah Penelitian, 7(2), 183–194. https://doi.org/10.33510/marka.2024.7.2.183-194

Cagar Budaya Medan. (2025). Titi Gantung – Cagar Budaya Medan. Diakses 7 Agustus 2026, dari https://cagarbudayamedan.com/sites/titi-gantung

Zahrotun Nisa, I., Ramadhan P. Effendi, M., Christian Panggabean, R., & Vanya Ade Heksa, S. (2026). Optimalisasi Aset Infrastruktur Cagar Budaya melalui Pendekatan Mixed-Use: Studi Kasus Gedung Filateli Jakarta. Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas, 9(3), 153–164.

Downloads

Published

2024-03-22

How to Cite

Radwa, S., Mahmuda, A., Fitriandini, W., Syalsabila, N., & Nuraini, C. (2024). Evaluasi Kerentanan Fisik dan Potensi Pengembangan Jembatan Titi Gantung sebagai Cagar Budaya Kota Medan. Jurnal Teknik Dan Teknologi Indonesia, 2(1), 41–49. https://doi.org/10.62287/jtti.v2i1.156

Most read articles by the same author(s)