Model Integrasi Konsep Green Building dalam Sistem Pemeliharaan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Nilai Life Cycle Rumah Tinggal Sederhana

Authors

  • Dara Wisdianti Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Rahmadhani Fitri Universitas Pembangunan Panca Budi

DOI:

https://doi.org/10.62287/jtti.v4i1.138

Keywords:

Green Building, Modest Houses, Sustainable Maintenance, Life Cycle

Abstract

This research aims to develop a model that integrates green building concepts into a sustainable maintenance system, ultimately enhancing the life cycle value of Modest Houses (RTS) in Indonesia. The rationale for this study stems from the building sector's high energy consumption and emissions, coupled with current maintenance practices for modest houses that remain conventional, reactive, and focused on initial costs—thereby neglecting long-term efficiency. Utilizing a Research and Development (R&D) mixed-methods approach, this study maps the gap between GBCI GREEN HOMES principles and existing maintenance practices. It identifies relevant green building criteria during the operation and maintenance phases to design a practical and applicable maintenance model. The proposed model is tested and validated on selected RTS units through observations, interviews, and simple simulations to evaluate its economic and environmental impacts, as well as its effect on occupant comfort. The output of this research is a sustainable maintenance guideline designed to reduce operational costs, minimize environmental impacts, and extend the lifespan of modest houses. Simultaneously, it supports the broader sustainable development agenda and the transition toward healthier, more energy-efficient residential buildings.

References

Badan Standardisasi Nasional. (2002). SNI 03-2396-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung. Jakarta: BSN.

Badan Standardisasi Nasional. (2004). SNI 03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami dan Buatan pada Bangunan Gedung. Jakarta: BSN.

Badan Standardisasi Nasional. (2017). SNI 8153:2015 tentang Sistem Plambing pada Bangunan Gedung. Jakarta: BSN.

Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2016). Panduan Teknis Pemeliharaan Bangunan Gedung. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Green Building Council Indonesia (GBCI). (2013). GREEN HOMES Rating Tools Version 1.0. Jakarta: Green Building Council Indonesia.

Green Building Council Indonesia (GBCI). (2021). Panduan Penerapan Bangunan Hijau di Indonesia. Jakarta: GBCI.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2015). Peraturan Menteri PUPR Nomor 02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau. Jakarta: Kementerian PUPR.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2020). Strategi Nasional Pembangunan Rendah Karbon. Jakarta: KLHK.

Kodoatie, R. J. (2003). Manajemen dan Rekayasa Infrastruktur. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pratama, R., & Nugroho, A. M. (2018). Analisis penerapan konsep green building pada rumah tinggal sederhana di kawasan perkotaan. Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 5(2), 87–96.

Sudarwati, S., & Wibowo, A. (2017). Pemeliharaan bangunan gedung sebagai upaya peningkatan umur layanan bangunan. Jurnal Teknik Sipil, 24(3), 215–224.

Sutanto, A. (2014). Arsitektur Berkelanjutan: Konsep dan Penerapannya di Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Triharso, R., & Handayani, D. (2019). Analisis biaya siklus hidup (life cycle cost) pada bangunan rumah tinggal sederhana. Jurnal Permukiman, 14(1), 45–54.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

World Green Building Council Indonesia Chapter. (2018). Bangunan Hijau dan Tantangan Penerapannya di Indonesia. Jakarta.

Downloads

Published

2026-03-05

How to Cite

Wisdianti, D., & Fitri, R. (2026). Model Integrasi Konsep Green Building dalam Sistem Pemeliharaan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Nilai Life Cycle Rumah Tinggal Sederhana. Jurnal Teknik Dan Teknologi Indonesia, 4(1), 1–7. https://doi.org/10.62287/jtti.v4i1.138