Sosialisasi Panduan Penerapan Sistem Pemeliharaan Berkelanjutan pada Rumah Tinggal Sederhana

Authors

  • Dara Wisdianti Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Rahmadhani Fitri Universitas Pembangunan Panca Budi

DOI:

https://doi.org/10.62287/marhalado.v4i2.136

Keywords:

Home Maintanance, Modest Residential Dwellings, Green Building, Community Service

Abstract

This community service program aims to increase the capacity of residents in implementing a sustainable home maintenance system for simple residential houses (RTS). The activity was carried out in Medan City, in collaboration with the local residential community and the Green Building Council Indonesia (GBCI). The background of this activity is the continued dominance of reactive home maintenance patterns, low energy and water efficiency, as well as the declining quality of health and residential comfort due to the lack of planned maintenance in RTS, which are generally over 10 years old. The main problems faced by the partners include the limited guidelines for integrating green building concepts with systematic and sustainable home maintenance, the perception that home maintenance requires high costs, and the unavailability of practical guidelines that are easy to understand and apply. On the other hand, the green building concept is still perceived as an expensive concept that is only relevant for new buildings, thus it has not been integrated into the maintenance of existing homes. This program offers an educational and participatory solution through a participatory home audit using the 10-Point Green Home Maintenance Checklist based on the GBCI GREEN HOMES principles. The targeted outputs include the availability of replicable maintenance guidelines and modules. This program is expected to reduce minor house damage, improve energy and water efficiency, and support the creation of healthier and more sustainable housing at the community level.

References

Badan Standardisasi Nasional. (2002). SNI 03-2396-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung. Jakarta: BSN.

Badan Standardisasi Nasional. (2004). SNI 03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami dan Buatan pada Bangunan Gedung. Jakarta: BSN.

Badan Standardisasi Nasional. (2017). SNI 8153:2015 tentang Sistem Plambing pada Bangunan Gedung. Jakarta: BSN.

Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2016). Panduan Teknis Pemeliharaan Bangunan Gedung. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Green Building Council Indonesia (GBCI). (2013). GREEN HOMES Rating Tools Version 1.0. Jakarta: Green Building Council Indonesia.

Green Building Council Indonesia (GBCI). (2021). Panduan Penerapan Bangunan Hijau di Indonesia. Jakarta: GBCI.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2015). Peraturan Menteri PUPR Nomor 02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau. Jakarta: Kementerian PUPR.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2020). Strategi Nasional Pembangunan Rendah Karbon. Jakarta: KLHK.

Kodoatie, R. J. (2003). Manajemen dan Rekayasa Infrastruktur. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pratama, R., & Nugroho, A. M. (2018). Analisis penerapan konsep green building pada rumah tinggal sederhana di kawasan perkotaan. Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 5(2), 87–96.

Sudarwati, S., & Wibowo, A. (2017). Pemeliharaan bangunan gedung sebagai upaya peningkatan umur layanan bangunan. Jurnal Teknik Sipil, 24(3), 215–224.

Sutanto, A. (2014). Arsitektur Berkelanjutan: Konsep dan Penerapannya di Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Triharso, R., & Handayani, D. (2019). Analisis biaya siklus hidup (life cycle cost) pada bangunan rumah tinggal sederhana. Jurnal Permukiman, 14(1), 45–54.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

World Green Building Council Indonesia Chapter. (2018). Bangunan Hijau dan Tantangan Penerapannya di Indonesia. Jakarta.

Downloads

Published

2026-05-08

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.